Home > Profil Lembaga

Profil Lembaga

 
 
 
 
Rumah Tahfizh Saung Qur’an
 
B
erawal dari sebuah cita-cita besar ditambah keprihatinan yang teramat sangat lembaga ini pun Alhamdulillah didirikan. Sebuah pertemuan dan perbincangan ringan mengawali keakraban kami dimana Allah mendekatkan kami karena sebuah asa yang besar, yaitu untuk dapat menciptakan huffazh dan memotivasi Umat Islam untuk mencintai dan menghargai Al-Qur’an sehingga mereka benar-benar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman yang dengannya –insya Allah- dapat menciptakan lingkungan yang baik dan melahirkan sebuah Generasi Rabbaniy. Keinginan untuk mendirikan sebuah Rumah Tahfizh pun semakin bergejolak di dada kami ketika kami mendapati banyak mesjid dan mushalla yang kosong dari kegiatan-kegiatan Islami ditambah dengan sulitnya menemukan orang-orang yang hafal Al-Qur’an ataupun yang hafal sebagian besar dari Al-Qur’an, dimana kelak mereka dapat memakmurkan mesjid-mesjid maupun mushalla-mushalla tersebut dan menghidupkannya dengan kegiatan-kegiatan Islami.
Kami berpendapat bahwa langkah awal dari cita-cita besar ini adalah dengan pembelajaran membaca Al-Qur’an dan menghafalnya, sehingga akan timbul rasa cinta terhadap Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Ketika seseorang sadar bahwa Al-Qur’an ini adalah pedoman hidup maka dengan sendirinya ia akan mempelajari apa-apa yang terkandung di dalamya dan juga segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Wallahu A’lam.
Dengan tekad yang kuat dan tentunya juga karena pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala ditambah perencanaan yang matang, kami pun membentuk. Walaupun demikian, bukan berarti jalan kami mulus tanpa kendala. Diantaranya adalah masalah financial yang mempengaruhi kelancaran KBM, karena lembaga ini bersifat social maka kami pun tidak memungut biaya pendidikan maupun biaya yang lain dari pihak peserta didik. Masalah yang lain adalah sarana dan prasarana lembaga ini yang mempengaruhi perkembangan lembaga itu sendiri.
Karenanya, kami pun berinisiatif untuk berdiskusi dengan saudara-saudara kita yang telah terlebih dahulu memberikan kontribusi dalam bidang ini sehingga kami pun dapat mengambil pelajaran dari pengalaman mereka. Berikut ini adalah beberapa solusi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut –insya Allah- :
1.     Mencari lembaga-lembaga sebagai donatur utama, sedangkan donatur perorangan kami jadikan sebagai donator pendukung,
2.     Membuat perangkat management system sebagai alat untuk mengonrol kualitas kegiatan belajar mengajar dalam bentuk standarisasi metode, standarisasi tenaga pengajar (sertifikasi), standart operating procedure (SOP), dan MoU dengan para pihak terlibat (santri, orang tua santri, donator, dll),
3.     Melakukan komunikasi intensif terhadap lingkungan sekitar Rumah Tahfizh yang melaksanakan kegiatan sejenis seperti : TPA, mesjid, mushalla sebagai unit yang menghasilkan calon santri yang akan dites terlebih dahulu,
4.     Membuat program-program yang dapat menguji kualitas hafalan santri antara lain outing, yaitu melakukan kunjungan ke pesantren Al-Qur’an dengan bentuk kegiatan seperti : musabaqah, tasmi’ Al-Qur’an, dll. Serta melatih santri untuk biasa menjadi imam terutama pada bulan Ramadhan atau berdasarkan permintaan donator,
5.     Kami berusaha komitmen terutama dalam tiga hal, yaitu : intregitas moral, profesionalisme, dan transparansi.

Selanjutnya kami bertawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar semakin banyak donator yang terketuk hatinya untuk berpartisipasi dalam program ini.

 

 
RUMAH TAHFIZH SAUNG QUR'AN
Home

KUNJUNGAN KE WEB INI